Jangan Salahkan Cinta

on Kamis, 01 Desember 2011

I can not write pretty impressive good words
Dalam hidup, ada kalanya kita amat terikat dengan sesuatu. Sesuatu yang sesungguhnya menjadi pusat kehidupan. Kita tertawa karenanya, juga merana karenanya. Susahnya, sekuat apapun kita mengatasi efek keterikatan itu, tetap saja hari kita dibayang bayangi olehnya.
Dan siapa yang bisa membuat kita seperti itu?, Cinta. Dialah yang membuat kita menjadi seperti  itu. Tanpa rasa itu, rasa yang kita semua sudah merasakannya, sulit hidup kita bisa sedemikian terpengaruhi oleh hal lain diluar kehidupan kita. Kesadaran akan hal ini membuat kita sadar akan sesuatu yang telah, sedang, atau akan kita hadapi. Cinta. Berusaha mengingkari atau melawannya hampir sama dengan kesia-siaan belaka.
Cinta yang saya bicarakan dalam hal ini adalah secara horizontal, bukan vertikal.
Lihatlah orang orang yang sedang patah hati. Dibuat tak berdaya oleh keterikatan yang melingkupinya. Melihat seseorang yang dicintainya kini enggan menjadi seseorang yang menjadi tempat ia mempercayakan hatinya. Hal itu membuat sang pecinta kehilangan kekuatannya saat itu. Bahkan kadang kawan dekat sang pecinta perlu memberikan motivasi ekstra keras saat sang pecinta  pada masa masa terburuknya.
Cinta sang pecinta kepada yang dicintainya membuatnya kehilangan separuh kekuatannya.  Aktivitas kuliah menjadi terbengkalai. Meski sudah merasa siap, toh hari hari dalam aktivitasnya masih terjadi banyak blunder alias ketidaksesuaian. Tidak semangat, ujian kacau, tugas terbengkalai, absen bolong dan sebagainya.
Tak ada yang salah dengan cinta, mencintai, dan dicintai. Cinta. Energi terbesar yang diyakini mampu menghasilkan banyak hal positif bagi pemiliknya. Tapi awas, rasa itu juga bisa berdampak negatif apabila tidak kita siasati dengan  baik. Saat sang cinta absen menerangi hari hari kita dengan alasan yang beragam dan sebab.
Jika hari buruk itu datang, terima dan jalani saja dengan ikhlas. Tak perlu kita tolak, apalagi kita lawan. Tunggulah, bersabarlah sampai cahaya cinta kembali hadir membasuh seluruh jiwa kita, maka semua akan baik baik saja…
Sabar… ;)

Rasanya Bersabar adalah pilihan yang paling tepat...

1 komentar:

tiich^05 mengatakan...

selamat bersabar....

Poskan Komentar