Secondfirst Impression

on Jumat, 02 Desember 2011
fadhiablo@yahoo.co.id
1013042033

Ini adalah babak kedua karir saya sebagai penulis. Yah walaupun berlabel pemula, tapi apa salahnya. Tak ada yang menyalahkan, yang mencibir mungkin banyak, but who cares?. Kalo ditanya Bakat?, i’m not sure tapi setidaknya saya punya usaha dalam bidang ini. Memuaskan atau tidak, saya tak tahu. yah tetap istiqomah sajalah. Menumbuhkan bakat itu mungkin mustahil, tapi menumbuhkan minat dan keberanian itu tahil... hehehe,, possible maksudnya. Dalam dunia tulis-menulis, perihal bakat juga mengemuka. Banyak yang mengatakan mereka yang piawai dalam menulis karena memang sudah bakat. Apakah pendapat ini benar? Saya kira benar. Tapi, tidak seratus persen. Bakat itu artinya talenta. Bawaan sejak lahir. Ia akan tumbuh karena secara genetika, orang tua kita juga punya peran. Saya jadi ingat seklumit cerita dari Bung Adian pada seminar Sabtu lalu. Beliau mengangkat life story dari seorang penulis kenamaan berbakat Indonesia. Namanya  Abdurrahman Faiz. Anak ini pintar. Sejak kecil anak ini piawai menulis puisi. Bahkan, waktu usianya masih tiga tahun, ia pernah berujar kepada ibunya, “Bunda, aku mencintai Bunda seperti aku mencintai surga.” Luar biasa ya??? Hehehe. Tapi sudahlah mari kita mulai saja. Siapakah  Abdurrahman Faiz??, cari hubungannya dengan Lingkar Pena, pasti ketemu. Mengingat ingat nama Lingkar Pena, saya jadi ingat kumpulan cerpen BADman Bidin yang hingga detik ini belum dikembalikan oleh teman saya yang bernama VIRA WELDIMIRA. Yah semoga saja orang yang bersangkutan membaca note ini… amieeenn.

Bangun tidur, I’m not sure, but let’s start it. Pagi ini saya rada singut dengan yang terkasih karena sebenarnya malam sebelumnya saya minta dibangunkan pada jam jam subuh. Coz Malam itu saya begadang sampe jam satu karna nonton film What Women Want, film lawas dibintangi Mel Gibson (Mel Gibson?, hari gini Mel Gibson… anybody knows tht person?). Tapi toh itu juga kelalaian saya. Kita tak bisa serta merta menyalahkan orang lain ketika kita memang sengaja lalai. I love her sooo..

Malam ini saya nginep di kosan sohib saya, Kang Anwar Fadila. Beliau adalah kawan karib saya semenjak kami masuk Unila Prodi Bahasa Inggris. Satu kelas, satu perjuangan di BEM pula. Beliau adlah orang yang luar biasa. Salah satu ciptaan Tuhan yang punya awesome behaviour. Loyaltynya pada saya sungguh tak terbantahkan. Waktu saya dicampakkan kekasih saya, beliaulah yang selalu menemani saya. (subhanallah, cemen juga gw, dicampakkan kekasih sampe segitunya…).

Pentingnya Keberadaan orang orang disamping kita TAK TERBANTAHKAN. Yang terkasih, atau sohib, bahkan keluarga. Merekalah yang mengisi ruang ruang kosong di hati kita. Yang tak pernah lelah mengorbankan perasaannya untuk kita. Tak hanya perasaan, mungkin pikiran, badan, hati, waktu, biaya juga mereka korbankan untuk kita. Merekalah seharusnya orang yang kita muliakan. Orang orang yang kita jaga. Orang orang yang seharusnya kita sayangi, kita cintai dan kita kasihi. Bicara mengenai sayang dan kasih, saya jadi teringat akan beberapa hal yang mungkin bisa kita berikan kepada orang orang yang kita sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya menjadi kado terindah yang tak ternilai harganya. Pengertian hadir yang saya maksud adalah hadir dalam pengertian yang seluruhnya. Hadir raganya, jiwanya, hatinya, pikirannya. Namun kadang semua itu sulit kita lakukan, bahkan sayapun merasakannya. Tetapi saya berpikir, some people out there loves us, we shouldn’t have to do that. Memang kita bisa juga hadir lewat telepon atau sms, apalagi ditambah hati yang melayani. Berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang akan lebih terasa. Hehehe.. yah semoga kita termasuk orang orang yang membawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mapu memberikan kado ini. Soalnya kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Saya pikir, dengan mencurahakan segala perhatian pada segala ucapannya, secara tidak langsung kita juga dilatih untuk bisa menjadi orang yang sabar dan rendah hati. Tatap wajahnya dengan antusias, dengrakan baik baik apa yang ia bicarakan dan curahkan kepada kita. mungkin dengan tidak menyela, mengkritik dan membiarkan ia menyelesaikannya curahannya jadi cara yang baik untuk bisa menanggapinya dengan lebih tepat.tidak harus berupa diskusi, mungkin saran yang baik ditambah senyum yang menawan terdengar manis.. ahihihi..

DIAM
Seperti kata kata, saya pikir diam juga punya arti yang cukup baik. Kenapa?, karena dengan diam, kadang orang dibuat bingung, ngrasa bersalah, dan sebagainyalah. Bahkan diam juga kadang dipake untuk ngusir, menghukum juga. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan rasa sayang kita pada seseorang. Dengan diam, kita memberinya “RUANG”. Apalagi sehari hari kita terbiasa menasehati, mengkritik bahkan ngomel. Tapi gak serta merta kita diemin sepanjang waktu.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang tidak berarti kita memiliki hak penuh untuk memiliki dan mengatur kehidupan seseorang. Saya pernah merasa bersalah karena tidak memberikan hal ini kepada orang yang saya sayangi. Dia bilang, “disini serasa dipenjara dalam penjara”. Hmmh maafkan saya yha. Bisakah kita mengaku menyayanginya apabila kta selalu mengekangnya??. TIDAK!!. Saya pikir makna bebas bukanlah kita bebas berbuat semau kita. Lebih dalam dari itu, kebebasan adalah memberikan kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa sih yang gak seneng kalo orang yang kita sayangi tampil cantik ato ganteng. Apalagi gampang bikin kita ketawa. Oooouughhh co cuit… Hehehe…

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar kita sangat sering memberikan penilaian negatif terhadap orang orang yang kita sayangi. Dari mulai pikiran, tindakan, dan sikapnya. Selama ini mungkin itulah yang jadi racun bagi banyak orang. Kekurang mampuannya seseorang untuk lapang dada dan berpikir dengan lebih baik menjadi boomerang yang bisa setiap saat datang dan menghancurakn isi kepala, bahkan kehancurannya merambah ke hati. Klo udah gitu, semuanya kacau. Everything seems to be screwed up.  Tak ayal sikap seperti itu yang meracuni kasih sayang kita kepada orang yang kita sayangi. (perasaan yang point ini intent banget ke orang yang pacaran… hadooohh). Yah, menanggapi setiap hal dengan pikiran dan hati yang positif insyaAllah akan mengahasilkan kita pada sikap yang positif pula. Semoga saja..

SENYUMAN
Rada aneh shih ketika saya memasukkan poin yang ini. Tapi tak apalah, tak ayal senyuman yang kita hadiahkan kepada orang orang yang kita kasihi menjadi sesuatu yang luar biasa. Apalagi tulus. Jadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusaasaan, pencerah suasana muram, bahkan penenang jiwa yang resah. Tapi syaratnya tulus.

Saya jadi ingat wisdom words yang saya baca. Hidup adalah tantangan, maka hadapilah.Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka wujudkanlah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah.
(suddenly jadi kilangan semangat nglanjutin nih....)... some of that taken from yhe motivational book
Semoga kita bisa menjadi orang yang memuliakan kehidupan orang yang menyayangi kita.

Monday, 29 November 2010
Start 6.56 pm__finish 8.39pm

0 komentar:

Poskan Komentar