Disini, di Unila, di English Departement 2010

on Kamis, 01 Desember 2011

Disini, di Unila, di English Departement  2010

Seorang pemuda lahir sebagai seorang bungsu dari sepasang orang tua yang sangat penuh kasih. Pasangan penuh cinta yang rela melakukan apapun demi buah hati. Semua masalah bersama mereka coba atasi demi anak bungsu tercintanya. Begitulah cinta mereka hingga akhirnya kehidupan mengharuskan orang tua dan anaknya hidup di tempat terpisah sejak anaknya menginjak usia remaja.

“tumbuhlah anakku… tumbuhlah dan ikuti kata hatimu… tak ada masalah yang tak bisa kau selesaikan dengan tanganmu”. Begitu sang orang tua mendidik anaknya selama belasan tahun. Sampai tiba saatnya dia harus berangkat menuntut ilmu ke luar kota. Mencari jati diri sembari mengatasi segala kesulitan demi kesulitan yang mulai biasa diatasi sendiri. 

Mulailah ia keberatan beban: wanita idaman yang tak kunjung bisa mencintai kembali, prestasi akademik yang tereduksi, semangat yang kembang kempis, sampai cuaca kesehatan yang makin tidak bersahabat. Pendeknya, hidup terasa sedikit semakin terjal. Tidak seperti apa yang selama ini dibayangkan. 

Rangkaian masalah belakangan rajin menghampiri sebagai bentuk kecintaanNya kepada mahlukNya yang satu ini-si putra bungsu. Mulai dari kecelakaan yang menimpanya dua minggu lalu, hingga musibah yang memaksanya dirumahsakitkan beberapa hari lewat. Ia beralih dan membayangkan bahwa dunia serasa kompak memusuhinya. Serangkaian masalah itu membuatnya tak kuasa memanggul dengan pundaknya sendiri. Dan akhirnya mulai tersungkur dalam bayangan pikirannya.
Tidak. Ia tidak tersungkur. Talingan tangan dari kawan kawannya erat menarik dirinya hindar dari sungkurnya. 

Mari angkat topi untuk mahasiswa pendidikan bahasa inggris yang telah sukses merajut indahnya keluarga… dimana?, disini, di Unila, di English Departement 2010.

Beberapa minggu yang lalu, accident menciderai saya. Dilanjut dengan musibah masuk rumah sakit. Lengkap sudah. Dari awal hingga akhir, masalah itu tidak bisa saya selesaikan sendiri. Banyak tangan yang andil dalam masa masa sulit saya itu. Saya sangat berhutang budi atas itu. Saya merasa bahwa pertolongan mereka sangat luar biasa disbanding dengan perlakuan saya yang lebih dikenal sedikit individual. Dan saat ini sudah sepantasnya saya bukukan siapakah mereka.

1    1. Mas wahyu 45, orang pertama yang telah bersedia hadir dalam masa sulit 6 November 2011, 19.00wib--. Kelabu. Dan maaf apabila saya telah mengkambinghitamkan anda. Saya benar benar minta maaf sekali. Anda yang membuat saya sadar, tidak seharusnya saya lari atas masalah yang saya hadapi dan mengajarkan saya untuk bertanggung jawab atas kelalaian dan akibat yang memang seharusnya saya hadapi.(Maaf saya tak punya foto anda)

      2.  Rizki Amalia Ayuningtyas alias cenel. Hmmhh. Terima kasih banyak terima kasih banyak dan terima kasih banyak atas perhatian dan kesediaannya untuk menjadi kawan yang baik dan juga penyedia makanan spesialis makan malam dan cemilannya. Hahaha. So much thank you.. Do not even felt blamed by anything happened, everything has been destined.. :), that's the way Allah kept us.

3    3. Anwar Fadila, atas kebersediaanya menemani saya dalam masa masa tidak berdayanya saya dengan menemani saya bermalam di sepetak ruangan yang kurang menyenangkan. Sudah barang tentu, berteman dengan seorang pengabai seperti saya bukanlah hal yang menyenangkan. You told me how to become the one we are.

      4. Dani Erfan Saputra,, terima kasih banyak atas dukungna moral yang selama ini diberikan dan kesetiaannya.Thanks for the joke that would never end and beautifully coloring our terrific life. you're the best.

      5. Luki Nugroho, sorry ni mah,, gara gara gw motor lu yang jadi bulan bulannan.

6    6. ESOers, I couldn’t say much words this time, words will never be enough to pour down my grateful of your deed. Thank you so much..

7    7. Radio Kampus Unila, new place for me to learn anything about fun and broadcast. Thanks for the good deeds given to me. Particularly nothing I could do more without your humble.

8. English Departement 2011, saya benar benar tidak menyangka, kalian luar biasa. Barry, Bagus, Hamdan, Nivia dan kawan kawan, terima kasih banyak. Thanks for the back up.

9. Finally BEST REGARDS awarded to my LOVELY FAMILY, ENGLISH DEPARTEMENT of Lampung University, deci, Desi, Melina, nnuy, Edo, Gideon, fajar, ferdi, bedul, rizkur, alex, Ryo, wisnu, ria, uli, desi rahayu, vani, dijah, rike, afini, intan, komang, wayan, kartika, ratna, musfina, eleyon, vita, fitwul, fitbel, Lona, naili, lia, sulis, reti, fenny, fortina, Andre, anggun, Novri, aji, rohmat, rahmat, yoan, titik, zakia, DJ, Imel, devy, Logi, karina, indah, gilang shirta, aria, mia,puspa, garsinia, nandita, Rima farhan , bayu, tanjung, reja, mba Chandra, Elsye,bahagia gw nggak dimana, Disini, di Unila, di English Departement  2010
Love You So Much.. banyak kata yang tak bisa gw sampaikan ke kalian satu persatu. Beruntunglah gw mengalami satu dua kejutan dalam hidup. Kadang memang kerasa menyesakkan saat menjalaninya, saat menolong diri sendiri saja kerasa gak mampu, tapi, semuanya terekam indah dalam benak gw.

Itu deritaku, apa deritamu?

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Foto gw yang keren napa dil
XD

Anwar

Primadi Fadhil mengatakan...

haha,,, makanaya cukur kumis yookk

bling2tifan mengatakan...

goog job d^^d...

Poskan Komentar