Satu Titik Bernama Hujan

on Kamis, 03 Januari 2013

Tak peduli betapa sudah berapa lama menunggu, deras hujan malam ini tetap saja tak mengusik. Walaupun hingar bingarnya tetap saja membahana, dipelupuk mata ini saya masih juga terjaga. Hatipun kembali bertanya, meski cuma pertanyaan-pertanyaan biasa kelas dua, namun rasa-rasanya masih perlu dicari jawabannya.


Memang, membiarkan sesuatu berjalan seperti biasanya, adalah hal yang cukup sederhana. Namun akan menjadi terasa cukup kompleks, ketika kita harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) ada yang mengganjal disaat yang bersamaan. Ah, sudahlah.. mungkin saya memang harus berpijak, disatu titik yang tak beranjak, dihujan malam ini, tapi bukan selamanya, paling tidak untuk saat ini.

0 komentar:

Poskan Komentar